Kamis, 22 Juli 2010

Wahai Kaum Hawa


Kenapa..
engkau tak menghargai nikmat Iman dan Islam itu ?
Kenapa..
mesti engkau kaku dalam mentaati ajaran-Nya ?
kenapa..
masih segan mengamalkan isi kandungan-nya ?
dan kenapa..
masih was-was dalam mematuhi perintah-Nya ?

Wahai Hawa….
Sadarlah..
Tangan yang menggoncang buaian..
boleh menggoncang dunia,
kau boleh menggoncang dunia
dengan melahirkan manusia yang hebat!!
yakni yang Shaleh dan Shalehah,
kau boleh menggegar dunia
dengan menjadi isteri yang taat
serta memberi dorongan dan
sokongan pada suami yang sejati
dalam menegakkan Islam di mata dunia.

Tapi hawa..
Jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan
lelaki dengan lembut tuturmu, dengan ayu wajahmu,
dengan lenkuk tubuhmu.
Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk
menyatakan kehadiranmu.
Jangan Hawa …
Jangan sesekali coba menarik perhatian kaum Adam yang bukan
Suamimu..kerana aku khuatir ia mengundang
kemurkaan dan kebencian ALLAH.
BAHAYA! Ia bisa memberi kegembiraan pada syaitan..
kerana wanita ialah jala syaitan,
Alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan kaum Adam.

Hawa,
Andai engkau masih remaja..
Jadilah anak yang Shalehah Buat kedua ibu bapamu,
Andai engkau sudah bersuami..
Jadilah isteri yang meringankan beban suamimu,
Andai engkau seorang ibu..
Didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan Agama ALLAH.

Hawa,
Andai engkau belum menikah,
Jangan kau risau akan jodohmu,
ingatlah hawa janji Rabb kita,
wanita yang baik adalah untuk
lelaki yang baik.
Jangan menggadaikan marwahmu..
hanya semata-mata karena seorang lelaki,
jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu
hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki,
karena kau bukan memancing hatinya..
tapi merangsang nafsunya.

Wahai Hawa…
Jangan sesekali dikau mulakan pertemuan dengan lelaki yang bukan muhrim krena aku kuatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan… takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa …
Lelaki yang Baik tidak melihat paras rupa,
Lelaki yang Shaleh tidak memilih wanita melalui
keseksiannya,
Lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui
keayuaannya,
kemanjaannya serta kemampuannya
menggoncang iman mereka.
Tetapi hawa …
Lelaki yang Baik akan menilai wanita melalui akhlaknya,
peribadinya dan Agamanya…
Lelaki yang Shaleh tidak menginginkan
sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut menberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya.
Lelaki yang baik juga tak mau bermain cinta sebabnya dia tahu apa akibat dalam sebuah hubungan antara lelaki dan wanita yakni perkawinan.
Oleh itu Hawa …
Jagalah pandanganmu,
Jagalah pakaianmu,
Jagalah akhlakmu,
Kuatkan pendirianmu…
Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu,
Cukuplah hanya cinta ALLAH menyinari dan
memenuhi jiwamu,
biarlah hanya cinta kedua ibu bapamu
yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta adik beradik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

Hawa …
Cintailah ALLAH..
Dikala susah dan senang karena kau akan memperolehi cinta dari insan yang juga menyintai ALLAH.
Cintailah kedua ibu bapakmu, karena kau akan perolehi keridhaan ALLAH. TA”ALAA
Cintailah keluargamu.. karena tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa …
Pesanku yang terakhir, biarlah tangan yang menggoncang buaian ini dapat menggoncang dunia dalam menggapai keridhaan ILLAHI.
Jangan sesekali.. tangan ini juga yang menggoncang keimanan kaum Adam, karena aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya…

NB:Buat kita kaum Adam semoga kita bisa bisa lebih menghargai kamu hawa,,karna tidak gampang juga tugas mereka


][ NAMAKU..R.I.N.D.U []


Seusai sholat tahajud, Wawan membuka jendela kamarnya. Udara segar terasa masuk ke dalam kamar sempitnya. Wawan segera melepas sarung dan baju kokonya dan meletakkannya diatas tempat tidur. Sajadahnya dia lipat dan dimasukkannya ke dalam lemari. Subuh masih sekitar setengah jam lagi. Pikirnya, dari pada tidur lagi, pasti nanti subuhnya malah kebablasan.

Segera matanya tertuju pada rak buku di sebelah almari bajunya. Ya, membaca mungkin solusi yang tepat. Dia tertarik untuk menyelesaikan buku judul “La Tahzan” karya Aidh Al Qarni yang sangat fenomenal sekali. Buku itu sudah lama dibelinya, berhubung tak ada kesempatan untuk membacanya sehingga terbengkalai juga untuk menyelesaikannya.

Baru dapat satu lembar, Wawan dikejutkan oleh munculnya seseorang diluar jendela kamar yang tiba tiba saja meloncat masuk ke dalam kamarnya.

“Eh, apa apaan kamu? Kamu ini siapa?” tanya Wawan gugup.

Orang yang bermasker itu tak berkata apa apa. Saat melihat kolong ranjang yang gelap dan kosong, serta merta dia menyelusup dan bersembunyi disana. Wawan terheran heran melihat tingkah orang aneh itu. Belum sempat keheranannya sirna, sudah dikejutkan suara pistol meletus diluar sana. “Dor… dor… dor!!”

Sambil menahan nafas, Wawan bergegas menutup jendela kamarnya. Sesaat dia terpaku, kemudian mencoba menenangkan pikirannya. Ada apakah gerangan dengan orang aneh ini? Keriuhan diluar sana sudah mereda. Mencium gelagat tak beres, Wawan ingin segera keluar dari kamar. Belum sempat membuka pintu, tamu misterius itu sudah keluar dari kolong ranjang dan menodongkan pistol di dada Wawan.

“Jangan keluar! Atau aku akan membunuhmu.”

“Oke…oke… aku tak akan keluar. Tapi tolong, singkirkan pistolmu dari dadaku.”

“Jangan keras-keras kalau bicara. Nanti mereka tahu. Kalau sampai aku tertangkap oleh polisi itu, suatu saat aku akan mencarimu lagi untuk membunuhmu.” Gertak tamu aneh itu. Wawan mencoba rileks meski jantungnya berdegup kencang. Mimpi apa dia semalam, sampai mendapat situasi yang gawat mencekam. Biasanya seusai tahajud, dia mendapatkan kenyamanan dan ketenangan. Namun tidak kali ini.

Beberapa saat kemudian ketegangan mulai melunak. Wawan mencoba membuka percakapan. “Boleh kan aku duduk? Kita bicarakan baik baik. Oke?” Wawan menarik kursi didekatnya dan kemudian duduk pelan. Tamu itu masih saja menodongkan pistolnya hanya kali ini tidak di dada Wawan.

“Apa yang terjadi denganmu?” Tanya Wawan membuka pembicaraan

Tamu itu meletakkan pistolnya dan kemudian membuka masker yang menutup wajahnya, topi dan jaket hitamnya. Wawan baru tahu kalau tamu itu adalah seorang…. Gadis cantik! Wawan melongo berada sekamar dengan seorang gadis cantik yang hampir saja membahayakan nyawanya.

“Kamu perempuan?” tanya Wawan keheranan.

“Iya. Memangnya kenapa?”

“Apa yang kamu lakukan pagi buta begini dengan polisi mengejarmu?”

“Kami habis merampok seorang pengusaha kaya. Sebenarnya aku bertiga dengan kawanku. Tapi entah mereka kemana. Mungkin sudah tertembak mati oleh polisi tadi. Tapi sungguh, aku tak ingin mereka mati. Sekarang aku disini. Entah aku akan mati atau tidak, tinggal bagaimana kesepakatan yang kita buat nanti.”

“Jadi?” tanya Wawan bingung.

“Yang jelas, kamu harus menyelamatkanku pagi ini. Aku tak ingin tertangkap. Kalau aku tertangkap, suatu saat nanti aku akan datang lagi kesini untuk membunuhmu.”

Wawan menghela nafas panjang. Ancaman ini tidak main main. “Ya sudahlah… kalau memang ini sudah kehendak Allah, aku akan menolongmu. Kuusahakan sebisaku.”

“Sebentar lagi matahari muncul. Segera cari cara agar aku bisa keluar dari sini!” gertaknya.

Wawan terus memutar otaknya bagaimana agar gadis ini bisa keluar dengan selamat. Akhirnya timbullah ide. “Sebentar lagi subuh dan akan banyak orang yang akan sholat subuh di masjid dekat ujung jalan ini. Kamu pakai saja baju busana muslim adik perempuanku , dan kulihat kamu seukuran dengan adikku. Orang tak akan curiga sama sekali. Bagaimana?”

Gadis itu mengangguk. Sepertinya diapun sudah malas berfikir bagaimana bisa keluar dengan selamat.
Wawan segera mencari baju gamis dan jilbab untuk gadis itu. “Pakai baju ini, tapi satu pesanku, jangan kau gunakan baju ini untuk melakukan perbuatan maksiat. Jangan menutupi kejahatan dengan menggunakan baju ini. Jika kau lakukan, itu sama saja kau menghina agama kami. Bisa kita sepakat dalam hal ini?”

Gadis itu mengangguk lagi. Segera dia memakainya dan keluar dari rumah Wawan dengan selamat.

####

Dua tahun kemudian, di suatu sore Wawan sedang membaca koran sambil minum teh sepulang kerja. Tiba tiba saja ada seorang tamu dengan menggunakan busana muslim lengkap dengan jilbabnya yang putih bersih.

“Assalamu’alaikum,” ucap gadis itu.

“Waalaikum salam,” jawab Wawan dengan gugup karena tiba tiba kedatangan tamu yang cantik sekali.

“Iya. Mbak ini siapa?” Wawan mengamatinya dengan teliti dan berusaha mengingat ingat siapa tamu ini.

Tapi tetap saja tak berhasil mengenalinya.

“Saya cuma mau mengembalikan ini sekalian mau mengucapkan terima kasih yang belum sempat terucapkan.”

Wawan segera membuka bungkusan itu. Matanya terbelalak ternyata isinya baju gamis yang dia pinjamkan kepada seorang gadis yang telah ditolongnya.

“Jadi kamu?”

“Ya. Aku perampok itu mas. Allah telah menyelamatkanku melalui mas. Hari itu, saya tak tahu kenapa, rasanya saya nyaman sekali menggunakan baju itu. Hati ini terasa damai. Bukan karena takut polisi, tapi mungkin saat itulah saya menemukan kesadaran diri saya. Kemudian saya pulang kampung dan tak merampok lagi. Di kampung saya mempelajari ajaran agama yang sempat saya tinggalkan. Dan sekarang, seperti inilah hasilnya.” Jelas gadis itu.

Wawan berkaca kaca mendengarnya. “Alhamdulillah hirobbil alamiin,” hanya itu yang meluncur dari mulut Wawan.

“Sekali lagi trima kasih Mas. Saya mau pamit pulang. Oh iya, lupa… saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Rindu dan saya akan terus berusaha untuk lebih dekat dengan-Nya.” Katanya sambil berlalu pergi.

Wawan pun tersenyum bangga sambil terus mengucapkan tasbih yang tak henti hentinya.^_^

^,-KISAH CINTA PALING MENGAGUMKAN-,^


Sahabatku sekalian, taukah kita arti cinta sejati ? Apakah kita pernah mendengar atau mengetahui kisah cinta Qais dan Laila atau kisah cinta Romeo dan Juliet ?


Apakah kisah cinta seperti itu yang dikatakan sebagai kisah cinta sejati ? Seperti yang kita ketahui bahwa kisah cinta mereka tidaklah berakhir di pelaminan bahkan rela mati demi cintanya.

Lalu, cinta seperti apakah yang dikatakan sebagai cinta sejati.
Cinta sejati antara dua insan adalah cinta yang terus abadi dalam setelah pernikahan yang berlandaskan atas kecintaan mereka kepada Sang Pemilik Cinta yaitu Allah. Walaupun salah satu meninggal, namun cinta sejati ini terus saja abadi. Kisah cinta siapakah yang begitu indah ini ?

Kisah cinta yang paling indah ini siapa lagi yang memilikinya kalau bukan kisah cinta Junjungan kita,Nabi Muhammad Saw kepada Khadijah ra.

Sungguh sebuah cinta yang mengaggumkan, cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah ? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.


Pada masa penaklukan kota Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling Beliau, sementara orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang datang dari jauh. Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian melepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk dengan wanita tua itu.

Bunda Aisyah bertanya, "Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?""


Nabi menjawab, "Wanita ini adalah teman Khadijah.""


"Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?" tanya Aisyah

"Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah.""


Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. "Apakah engkau masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?"

"Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku.""


Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. "Maafkan aku, ya Rasulullah.""


"Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu." "
(Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)

Apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi setelah orang yang dicintai meninggal bertahun-tahun? ya ! karena cinta ini tidak pernah didahului hubungan haram dan karena ketaatan kepada Allah menjadi dasar dalam rumah tangga ini. Rumah tangga yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah, bukan rumah yang digunakan untuk mengingat setan.

Apakah kita tidak ingin menjadikan rumah tangga kita seperti ini ?Suami membaca Al-Qur'an bersama istrinya. Betapa agungnya ketika anak-anak mereka turut serta membaca Al-Qur'an.Menjelang waktu Shubuh tiba, si istri membangunkan suaminya untuk melaksanakan solat Subuh. Suami melaksanakan solat tahajjud 2 rakaat bersama istrinya. Seperti apa rumah ini ? Indah nian bukan ? betapa manisnya, betapa indah cinta di dalam rumah tangga ini.

Cobalah, pasti kita dapat menemukan segalanya berubah, cinta pun bertambah, dan Allah melimpahkan berkah-Nya kepada kita.Subhanallah

.::TAK USAH SEDIH UKHTI ::


Kegelisahan, kedukaan, dan airmata adalah bagian sketsa hidup di dunia ini. Tetesan airmata bermuara dari hati yang terselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang memenuhi rongga dada, jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta kehidupan, bertanya di manakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.


Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah kewajaran pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya akan terbentuk jiwa-jiwa yang shaleh dan shalehah. Duhai, betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan Islami hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui, hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fisabilillah. Karena itu, yakinkah batin ini tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan pasangan jiwanya? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan anak? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih mereka ketika melihat aqiqah anak kita?


Letih... Sungguh amat letih jiwa dan raga, sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu kapankah berlabuh.

Ukhti shalehah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...
Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia ini saja, ada dunia fana, pun ada akhirat. Memang, setiap manusia sudah diciptakan berpasangan, namun maksudnya tidak dibatasi hanya dunia fana ini saja. Jadi mungkin saja ada manusia yang jodohnya baru dipertemukan nanti di akhirat. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya di dunia fana ini, insya Allah akan dipertemukan di akhirat nanti, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujianNya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti, taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kembalikan segala urusan hanya kepadaNya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat, serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Jangan membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hambaNya, meski ia tidak menyadarinya.


Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa, menangislah karena airmata permohonan kepadaNya di setiap sujud dan keheningan pekat malam. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa, dan kesiapan menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah-lah selalu batin dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam keheningan. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh itu tak akan lari ke mana, karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad ini, siapa pasangan jiwamu pun telah dituliskanNya.

Sabar dan sabarlah ukhti shalehah...
Bukankah matahari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya, malam pun masih indah dengan bintang gemintang keperakan, dan kicau bening burung malam selalu riang mencandai sang rembulan. Senyumlah, laksana senyum penuh pesona butir embun yang selalu setia melantunkan tasbih dan tahmid di kala subuh. Hapuslah airmata di pipi, hilangkan lara di hati, hingga akan dirimu rasakan tak ada lagi gejolak keresahan, kegamangan, atau pun kegelisahan. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup, hingga dirimu temukan rahasia kehidupan bahwa semua ini adalah tanda kebesaran hati dan jiwa.

۞ :: UKHTI :: ۞


Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita cantik sekali ?
Bukankah ia mampu berbuat seperti itu ?
BENAR.

Hendaklah kita ingat bahwa ini adalah dunia, bukan akhirat yang serba sempurna. Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.

Ukhti....
Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia.

Ukhti.....
Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah mereka? kita semua GR dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya.
INGAT kita hanya TERIMA JADI dari ALLAH.

Renungkanlah Ukhti....
Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling baik dalam mensyukuri nikmatNya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata-mata adalah milikNya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa2, kecuali sekedar
TITIPAN

Wajah yang menarik tidaklah semata mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah.

Renungkanlah Ukhti....
Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannyaitu tiada lain adalah
MUSIBAH dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridho Allah maka kecantkannya itu adalah suatu nikmat yang besar
[Semoga kita termasuk di dalamnya].Amin

Senin, 19 Juli 2010

ciNta Or LopH. .


SekaLipuN ciNta tLah Q uRaiKan,

Dan Q jeLasKan paNjang LebaR,

NaMun jiKa ciNta Q daTanGi,

aQ JaDi maLu paDa keTeraNgan Q seNdiRi. .

MesKipuN LidaH Q teLah maMpu meNguraIkan,

NamUn taNpa LidaH. .

CinTa teRnyaTa lEbiH teRang.

SemeNtara PeNa,

BegiTu teRgeSa-Gesa meNuliSkan,

Kata" peCah BerKepiNG",

BegiTu saMpai paDa ciNta. .

DalaM meNguraIkan ciNta.

aKal beRbaRing taK beRdaYa,

baGaikan keleDai beRbariNg daLam ruMput.

Cinta seNdiRilah yaNg meNguRaikan,

CinTa daN PeRciNta'n. .